
Ajang yang telah rutin diselenggarakan sejak tahun 2018 ini terus menunjukkan komitmen nyata dalam pembinaan atlet usia muda. Pada edisi tahun ini, antusiasme peserta terbukti dengan terdaftarnya total 62 tim sekolah dari berbagai penjuru Gunungkidul yang siap memperebutkan gelar juara.
Kompetisi ini akan mempertandingkan beberapa kategori berjenjang untuk memastikan pemerataan dan kualitas persaingan. Untuk tingkat SMA/SMK/MA Putra, atmosfer pertandingan dipastikan akan semakin ketat dan menarik karena sistem kompetisi dibagi menjadi dua kasta, yakni Liga Super dan Liga 1.
Selain itu, turnamen ini juga memberikan ruang bagi perkembangan talenta futsal putri melalui kategori SMA/SMK/MA Putri, serta kategori pembinaan usia dini di tingkat menengah pertama melalui kategori SMP Putra.
Ketua Askab PSSI Gunungkidul Sulistyo Aribowo dalam keterangannya menyampaikan bahwa konsistensi penyelenggaraan event ini merupakan langkah strategis untuk menjaring talenta muda potensial sekaligus membentuk karakter pelajar.
"Liga pelajar ini bukan sekadar ajang mencari piala atau gelar juara, tetapi yang utama adalah wadah pembinaan karakter, sportivitas, dan kedisiplinan anak-anak kita. Melalui kompetisi berjenjang yang sudah kita rutinkan sejak 2018 ini, kami berharap dapat menemukan bibit-bibit pemain futsal berkualitas yang ke depannya bisa mengharumkan nama Gunungkidul di level provinsi bahkan nasional," ungkap Ketua Askab PSSI Gunungkidul.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya ajang ini sebagai sarana kegiatan positif. "Dengan berolahraga dan membela nama sekolahnya, para pelajar memiliki kesibukan yang positif sehingga terhindar dari pergaulan yang negatif," tambahnya.
Saat ini, persiapan teknis di GOR Siyono terus dimatangkan oleh pihak penyelenggara untuk menyambut puluhan tim dan ribuan suporter sekolah yang diperkirakan akan memadati tribun. Seluruh peserta dan pendukung diharapkan dapat menjunjung tinggi semangat fair play selama kompetisi berlangsung.← Kembali ke berita
